Di kisahkan ada dua orang pemuda
yang sedang mencari pekerjaan di kota. Karena, sulitnya mencari pekerjaan yang
layak, memaksa mereka bekerja di sebuah proyek pembangunan untuk perumahan
elite. Namun, walaupun mereka bekerja di tempat yang sama, tugas yang mereka
dapatkan berbeda.
Pemuda
pertama dengan tubuh besarnya di suruh oleh mandor untuk mengerjakan pekerjaan
yang terlihat mudah yaitu membuat beberapa pintu dan jendela yang terbuat dari
kayu. Dan, pemuda kedua yang terlihat lebih kecil dari pemuda pertama
justru di suruh oleh mandor mengerjakan pekerjaan yang terlihat sulit yaitu
menyusun batu bata dan mengaduk semen.
Mendengar
apa yang di katakan pak mandor pemuda pertamapun merasa bahagia karena ia
merasa pekerjaan yang di berikan terlalu mudah mengingat badannya yang besar
sehingga menurutnya tidak perlu sungguh-sungguh dalam bekerja, sedangkan pemuda